i Love My Way

BK : On Air di I Radio 90.1 FM Banjarmasin

BK : On Air di I Radio 90.1 FM Banjarmasin

Jum’at (22/5) Hujan mulai sore turun dengan deras di seputaran banjarbaru, petir ama anginnya ikut-ikutan juga. anak-anak BK yang udah pada ngumpul yang punya rencana buat datengin¬†I Radio 90.1 FM Banjarmasin pun harus bikin rencana kedua, kayak di pilem-pilem itu juga hihihi, ampe jam 5 sore hujan masih sangat lebat bersama petir dan angin klo siang, mungkin anak-anak sekalian gascrot tapi berhubung udah lumayan sore dan petir yang terlalu sering akhirnya diputuskan hanya sebagian anak-anak BK yang datang ke I Radio 90.1 FM Banjarmasin.

tuh mba bro ma mas bro penyiarnya ampe lemes :D

tuh mba bro ma mas bro penyiarnya ampe lemes ūüėÄ

hujan masih rintik ketika kami berangkat, dan alhamdulillah tidak sampai telat di I Radio 90.1 FM Banjarmasin. hehe salah satu hal yang harus dipegang, kalo diundang minimal datang lah. hehe meskipun jujur hampir di cancel karena kondisi alam yang tidak memungkinkan. disambut hangat ama penyiar cantik mba maya ama mas bro sladi langsung dah acak-acakan studio I Radio 90.1 FM Banjarmasin. hehe maaf kan kami yah, hehe

dan sesi wawancara konyol pun terjadi,. dengan kekonyolan khas anak BK dan celetukannya. akan tetapi satu pesan yang selalu kami sampaikan : Se Kustom Apapun Kehidupan dan Motormu, Restu Orang Tua No Satu. Maksih I Radio 90.1 FM Banjarmasin.

Nyampah lah Pada tempatnya, kalo ada

Nyampah lah Pada tempatnya, kalo ada

Sebelumnya saia mikir nya gini, dasar orang males buang sampah sembarangan!. Mungkin emang ada benernya kan yah mereka males buang sampah ke tempat sampah ato mungkin, karena emang tidak ada tempat sampah yang bisa digunain buat buang sampah mereka.
Yoi, Kejadian neh nyata dah berhubung sering ngatain org yang buang sampah sembarangan, saia juga berusaha buat ga nyampah-nyampah banget. Klo cuman bungkus permen biasanya mah saia kantongi aja klo g nemu tempat sampah, dan kebetulan baru tadi malam saia jajan minuman Coklat yang lagi rame tuh saking penasarannya saia emang ga sampai rumah dah main sruput aja di jalan dan ternyata emang enak ūüėÄ
Masalah pun akhirnya datang, tempat coklat yang udah kosong ga asik juga ternyata ditenteng2 terus hehe. klo ada isinya enak dsruput tapi klo dah kosong tinggal buang aja sih enak tapi g asik juga sekalinya ya. Nah sepanjang jalan yang saia lalui ternyata g ada tempat sampah broh,.
hampir berjalan 15-20 menit bwa motor di sepanjang jalan A. Yani Kota Banjarbaru nih ga nemu tempat sampah ga asik kan? akhirnya saya nemu di deket lampu merah jembatan kembar ada beberapa tempat sampah disana. dan emang setelah diperhatiin antara jalan yng ada tempat sampah dan ga nya emang beda sih, tingkat kebersihannya.
so? mungkin emang bukan karena orang-orang yang males buang sampah pada tempatnya, tapi karena emeng ga ada tempat sampah yang bisa dibuat buang sampah. jadilah setiap sudut sepanjang jalan seluas bukit pun jadi tempat sampah.
ga keren sekalinya yah, ketika kita menyalahkan budaya membuang sampah sembarangan karena memang tidak disediakan tempat sampah yang bisa difungsikan. Ga percaya? silahkan hitung ada berapa biji tempat sampah disepanjang jalan yang anda lewati.
—-
Salam,…

I love Singkong #saveIndonesianCulture

I love Singkong #saveIndonesianCulture

Sebenarnya kalo ada Rasis di tumbuh-tumbuhan, mungkin rakyat singkong akan menjadi tumbuhan yang ‘terasiskan’ bener ga sih bahasa saia? ūüėÄ

Berangkat dari sebagian banyak berita yang menjadi kebohongan publik, ketika orang “miskin” makan singkong adalah seakan-akan menjadi orang paling menderita dibumi indonesia pada khususnya.

pada jaman saia cukup kecil, salah satu makanan favorit saia adalah nasi tiwul, nasi dari singkong yang dikeringkan, ato bahasa ndesonya nasi dari “gaplek”. cukup dengan sambel cabe mentah yang dikasih sisa minyak penggorengan (jlantah) ama ikan kering ples nasi tiwul, 2 piring juga g bakal kerasa udah masuk perut. nikamat nya luar biasa.

Gatot Ama Nasi Tiwul #saveIndonesianCulture

Gatot Ama Nasi Tiwul #saveIndonesianCulture

ada lagi olahan singkong yang cukup saya gemari yaitu gatot,..Perpaduan rasa gurih dengan sedikit rasa manis atau pun asin merupakan ciri khas gatot. Di samping itu, teksturnya yang kenyal ditambah sedikit kasar dari parutan kelapa menambah eksotisme tersendiri saat mengunyah gatot. Mengonsumsi gatot dapat membuat kenyang bertahan lebih lama (awet wareg) karena alat pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna gatot. emang proses membuat gatot g cman sejam-dua jam tap nyokap dulu salah satu yang bikin gatot enak. hihihihi

kalo ga mau ribet, cukup goreng ato rebus singkong + kopi ato teh, simple dan nikmat dijamin pasti.

Trus sekarang, makan singkong, makan gaplek dikategorikan sebagai orang miskin, kere? mungkin hanya orang kota yang emang dalam masa kecil bahkan mungkin seumur hidup mereka g pernah makan singkong lalu secara g langsung men ‘judge’ makan singkong itu kere, apalagi kayak sekarang, beras mahal.. g mampu makan beras makan singkong, alamat dah penduduk indonesia yang miskin bertambah.

Baca entri selengkapnya »

Nenek Moyangku Rocker

Asli ga pernah nyangka, karena kedalaman otak saia emang cukup cetek lah.. ga nyangka kalo dulu kita pernah punya band rock legenda selaen om Koes Plus bersaudara, Om ahmad Albar ato kang Ikang Fauzi “Hey Guyssss”

sejak jaman SD g pernah emang dikenalin ama legenda-legenda macam mereka,.. The Tielman Brothers

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik tertua asal Indonesia[1]. Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers merupakan band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.

 

The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno.[2] . Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.

The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah memopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix.

Andy Tielman dan seluruh keluarga asalnya dari Timor. Waktu mereka masih kecil nama band mereka The Timor Tielman Brothers. Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya.

Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.

Personil The Tielman Brothers

  • Andy Tielman –¬†vokal,¬†gitar
  • Reggy Tielman – gitar,¬†banjo, vokal
  • Ponthon Tielman –¬†contrabass, gitar, vokal
  • Loulou (Herman Lawrence) Tielman –¬†drum, vokal
  • Jane (Janette Loraine) Tielman – vokal
  • Fauzi (Firdaus Fauzi) Tielman ‚Äď organ

see guys?? lebih awal dar The Beatles, dan jauh sebelum Jimi Hendrix?

Masih lo ga bangga ama Indonesaia?

 

“Kantormu” Gimana?

Kantor Walikota Banjarbaru

Kantor Walikota Banjarbaru

ini Efek dari kebanyakan kemaleman dikantor,..

Awal kisah, sebenernya saia tidak pernah punya cita-cita buat menjadi pekerja kantoran.. karena sebenernya saya emang ga pernah punya cita-cita. makanya ketika saia lulus dari “bertapa” dan “semedi” 5 taon di Universitas Trunojoyo Madura saia punya cukup bekal untuk “TIDAK BERCITA-CITA” menambahi titel di¬†belakang nama saia tidak menjadikan saia orang yang berambisi dan cukup “bergengsi” hehehe

mengawali menjadi Guru Les Privat waktu jadi mahasiswa, menjadikan saia cukup bego untuk sekedar makan gratis dengan barter ilmu hitung hehehehe,. pernah jualan sendal menjadi awal bagaimana saia harus¬†belajar banyak tentang usaha tanpa modal, ya tanpa modal karena semua bisa dlakukan dengan menjaga “kepercayaan”. mungkin dari sekian pekerjaan remeh temeh yang pernah saia kerjain, jadi Asisten Dosen adalah pekerjaan paling woyoy yang cukup punya kelas meskipun ya kalo masalah bayaran cukuplah buat bayar kost.

berangkat dari “Tanpa Cita-Cita” menjadikan saia orang yang cukup bebas memilih apa yang saya sukai. meskipun ada titel sesuatu gtu dibelakang saia. Yups, pekerjaan pertama yang saia geluti ketika Lulus bertapa itu adalah menjadi Tukang Sablon, hahaha

Malu? enggak sama sekali ga ada kata malu ketika itu, apalagi gengsi. karena alhmdulillah, pekerjaan Tukang sablon ini sebenernya telah saia terima 3 bulan sebelum gelar itu sah nempel di nama saia. mikir saia mah penting Universitas tempat saia ngelmu ini tidak Mencetak Pengangguran Baru,.. hehehe

pengalaman jadi tukang sablon adalah salah satu dari sekian pengalaman woyoy dalam hidup,.. pertama dapat gaji yang cukup layak, pertama bisa beliin Kipas Angin buat nyokap, hahaha bangga bener saia meskipun hanya sebatas Kipas Angin hehehe

setelah merasa cukup dengan dunia penyablonan saia diajak ama kakak buat mencoba pekerjaan woyoy lainnya,.. yups saya dengan bangga menjadi LOPER KORAN,.. banyak faktor yang menjadikan saia cukup betah menjadi loper koran salah satunya adalah sedikitnya waktu yang kita butuhkan buat “kerja”, sampe sampe saia ngerasa ini bukan kerja, cuman jalan jalan pagi. ūüėÄ bagaimana enggak? jam 5 pagi udah siap-siap, jam 8 pagi udah pulang. enak kan?

paling ga enaknya klo pas ujan aja, basah deh.

nah kalo pagi-pagi dijamin happy deh, bisa ngeliat bidadari baru bangun hayooo kapan lagi coba melihat cewek-cwek manis tanpa make up? hahaha anggep aja ini bonus.

ntar lebih detail saia¬†kasih tau deh enaknnya jadi loper koran, kan saia mau ceritain tempat “ngantor” saia hehehe yang merupakan salah satu efek dari ngeloper koran saia,.. yoi Kantor ini salah satu langganan Koran saia. ūüėÄ ga nyangka juga sih bisa masuk sini,..

yoi, Kantor Walikota Banjarbaru… disini saia ngantor. Bangunan Belanda ini salah satu bangunan woyoy di Kota Banjarbaru. di pusat kota gtu deh bro, depannya ada Lapangan Murdjani, lapangan tempat segala aktivitas warga banjarbaru digelar. dari tempat nongkrong odong-odong, tempat refleksi, joging ampe kemaren Pak Wakil Presiden juga ngerasain tempat ini. hehehe

Kantor saia ini cukup asik, meskipun banyak juga yg cerita horor. tapi ya gitu lah namanya juga bangunan tua,. dulu pas pertama masuk, semua tempat disekat-sekat gtu, jadi makin serem hehehe. tapi sekarang udah ga, lapang dah kayak lapangan bola. rame.

kantor udah kayak rumah kedua, soalnya pemandangan depan kantor cukup asik klo malem apalagi kalo pas ada acara gtu, bakalan banyak bener orang nongkrong dsitu. meskipun bakalan berisik tapi asik.

kemaren habis di renovasi, padahal kepengen bangen ada ornamen “Kalimantan” di bangunan ini, meskipun cuman sebatas ukiran dayak ato apalah. tapi tenyata cuman dibaiki cat nya ama dikasih pager baru.

ya ga papa lah, asalkan bangunan ini tetep dijaga, lo kalo mau nancepin apku dibangunan ini perlu semedi dlu klihatannya, soalnya bakal sangat keras. anda akan tau seberapa pantas bangunan ini harus dpertahanin dan kualitas bangunan belanda. jadi kerasa sedih meskipun bukan penduduk asli kota ini,. melihat banyaknya bangunan tua yang harus dbongkar, digantikan ama ruko ama perumahan,.. miris.

ehmm,.. lagi hbis kata-kata ini hehe ntar dsambung lagi deh. enak ngeliat kantor panjang ini, yang pastinya salah satu bangunan woyoy yang pernah ada.

salam ….

 

 

 

Kami Butuh Acara TV untuk Anak-Anak

Kami Butuh Acara TV untuk Anak-Anak

Semenjak saya mulai menjadi mahasiswa, kegiatan hari minggu saya paling nggorok, nggorok dan tidur., cukup untuk dikatakan dengan tidak produktif sama sekali selain hanya menambah timbunan lemak dalam tubuh tapi ya tetep kurus kering juga waktu itu – efek makan mie doang, ga ada lemak2nya hehe –

Combat in Color : Legend Movies for me

Combat in Color : Legend Movies for me

dulu jaman masih ingusan, masih suka banget maen ama anak2 kampung,.. klo udah hari minggu bisa tracking naek gunung meskipun baliknya harus bentol-bentol kegigit nyamuk ato kulit baret gara-gara kena durinya putri malu,.. hari minggu adalah hari bermain sepuas puasnya, seblom adzan magrib tentunya. pernah dulu maen ketapel gara-gara nontgon film Combat in Color di TVRI, klo anda pernah nonton film ini, berarti masa kecil anda menyenangkan pake bingit. ¬†gara-gara fil ini juga pisang tetangga ga bakalan bisa tumbuh lama lama gara-gara dtebangingi dahannya buat senapan, hihihi…

nah jadi maen ketapel gara-gara bnyak yg curang klo ditembak pake dahan pisang ga mati-mati,… makanya pake ketapel yg pelurunya buah randu muda. ni randu muda klo kena bakalan jadi merah gtu warnanya, jd g bakalan ada yg curang lgi meskipun tembok sekolahan ama tembok poskamling jadi korban pada bentol-bentol merah gara-gara jadi markas/benteng pertahanan. berhubung masih anak-anak combat in color pun jadi “kambet in keler” jadi klo udah ada komando yg teriak “KAMBETTTT IN KELERRR” peluru randu pun beterbangan, perang dimulai ūüėÄ

TV emang hal yang lumayan langka waktu itu, nonton film cuman bisa malam, itu juga pake aki bro.. ngenal kamen rider, doraemon, dan kawan-kawannya cuman lewat majalan Mentari, ato bobo yang biasa di beliin ama nyokap. tp berhubung dengan cara gtu, imajinasi saia cukup berkembang,… pernah dibela-belain nginep di tempat almarhum nenek cuman buat nonton kartun mulai dari si singa kecil Simba, Doraemon, dan kawan – kawannya ampe sore,.. kalo minggu jaman dulu kartunnya bakalan lebih banyak,.. jadi bakalan jadi anak rumah hehe

sekarang? cukup ngenes sih,.. klo tidak mau dikatakan super memprihatinkan. porsi buat anak-anak bisa jadi mendekati nol,.. mulai dr pagi acara gosip, tv musik yeeyeeye yayaya bahkan sinetron tai kucing yg suka melotot2 ga jelas.¬†mana porsi buat anak-anaknya? ga kebayang sekarang banyak anak-anak kecil yg idolanya pemain bokep macam ariel, ato goyang lebay susu barbel, apalah… imajinasi yang cukup kerdil, jika hanya bermain dengan gadget… KPI dimana? mungkin mereka sedang tidur,.. Wahai orang tua yang budiman, yang mungkin dulu masih seneng maen tembak-tembakan ato nonton kartun jadul,.. yuk selametin anak-anak kita,.. mungkin kalo suatu saat nanti saia punya anak, TV bakalan jadi alat terakhir untuk memperkenalkan dunia,.. biarkan mereka berimajinasi dengan setiap detail polesan pena yang ada dirumah bapaknya, klo perlu diajak kebengkel aja biar bisa bikin pedang2an asli, hehehe

efek susah nyari film kartun di pagi, hari minggu….

salam…

damai itu,..

pagi ini, serasa masih malam dengan jarum jam yang hampir mendekati pukul 05.00 acara nge-blaar dengan motor butut ku ga kerasa ampe se ‘malam’ ini, wajar lah dengan kondisi mesin yang lumayan butut dan tidak setandarnya kondisi motor kami, perjalanan yang seharusnya ditempuh secara normal dengan motor yang ‘sehat” hanya sekitar 1-1,5 jam menjadi berjam-jam dengan ditambahi beberapa mogok kecil dan atraksi dorong mendorong,.. hehehe Baca entri selengkapnya »

Gambarkopi hari ini berwarna hitam pekat, sangat pekat bahkan dibandingkan dengan kopi-kopi kemaren,.. tapi nikmat ny sama, bahkan jauh terasa lebih nikmat.. dengan cuaca mendung sisa hujan buatan yang disinyalir khusus dipersiapkn untuk menghalau asap yang selalu datang di musim kemarau macam ini ketika bapak presiden datang ke bumi borneo.

 

seliweran mobil baracuda juga tak lagi mengepulkan asap dari kering debu jalanan depan rumah,.. cukup damai karena sedikit ngerasa mencekam juga lihat bgitu banyak bapak-bapak berpotongan cepak lalu lalang. jadi ga bisa bayangin klo saia berada di wilayah konflik, alhamdulillah daerah tempat saya aman walopun kadang-kadang masih ada maling yang nyoba keberuntungannya.

Baca entri selengkapnya »

Dulu banget, ketika badan masih cukup familiar dengan racikan tempe goreng vs tahu bacem yang diendapkan sehari semalam untuk sarapan,.. sempet bget mikir hidup kok ya susah gini yah? lalu kerja keras bagaikan kuda, mungkin gengsi itu adalah salah satu kata asing yang belum ada terjemahannya di otak saya jadi setiap hal yang menghasilkan uang untuk bertahan hidup dan menambah definisi lauk pauk menjadi selain tempe dan tahu bacem saja pasti saya embat,.

itu juga karena terpetik dari wejangan kanjeng romo yang selalu bilang :

Urip Prihatin iku ga selawase, kadang enek titik wancine manungso iso ngerasakno urip mulyo, tapi ojo pernah lali awakmu pernah prihatin. Syukur marang gusti kang gawe jagat iku luwih mulyo yen awakmu lagi diwenehi cobo.

Baca entri selengkapnya »