semakin tergerusnya moral kita tidak menjamin bahwa kualitas pendidikan di negeri ini adalah buruk, mengecewakan dan amburadul,… [meskipun ga sedikit yang menilai demikian.]
kemudian kita pada rame-rame mengusulkan sebuah ide cemerlang yaitu menambah jam pelajaran untuk mendidilk moral bangsa, ehm cukup beralasan dan cukup memenuhi persayaratan untuk melakukan itu. secara, kebeobrokan moral bangsa ini cukuplah untuk ambang batas kekawatiran,..
tapi nalar goblok saya cukup bertentangan. dengan alasan saya goblok maka mungkin anda-anda semua cukup maklumlah dengan pendapat saya ini;
- bagaimana bisa seseorang yang dididik dengan sistem moral yang ‘mengkawatirkan’ bisa mengajarkan moral yang diperlukan bangsa ini?
- cukup mengejutkan bahwa hasil didikan formal dinegara ini tidak cukup bukti untuk menjadikan alasan kuat bahwa hasil pendidikan formal kita punya cukup moral ; wanna example? liat di gedung belah ketupat disenayan! menjijikan.
- Pendidikan Moral=Pendidikan Basa-Basi
- Pendidikan Formal=Pendidikan Gengsi.
bagi Bapak ibu yang mungkin sedang ngajar,.. maaf saya cukup goblok dan terbelakang jadi tolong dimaklumi.
ini mungkin bisa jadi alasan saya untuk bercengkrama;
:: kita pastilah cukup sering melihat pada musim pemilu ata pilkada ketika para calon penguasa dengan begitu bangganya memberikan foto kutu kupretnya untuk dipajang (baca:dilacurkan) dijalan-jalan, tembok, pohon dan dimanapun kita bisa melihat (sampe muak). tak jarang juga kita lihat difoto-foto itu ada dukungan dari pemuka agama, atopun masyarakat yang tentunya dikenal, disegani maupun dituakan dikalangan masyarakat umum ga lain dan ga bukan agar kita yang bego ini mau memilih ne orang. saya cukup sukar untuk membedakan mana yang menjual diri dan terjual dirinya?
- faktanya adalah; cukup banyak yang kemudian muncul dipermukaan orang yang kita pilih dengan embel-embel gambar para tokoh tersebut dikemudian hari ternyata adalah orang yang korup, terkait skandal ato bahkan bikin video porno.
- pertanyaan saya adalah dimana tanggung jawab moralnya?
- ada sebuah demonstrasi yang dilakukan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa
- cukup mengejutkan ketika demo yang dilakukan adalah untuk kenaikan ‘tanda jasa’.
- saya tidak munafik uang adalah segalanya,.. tapi saya juga melihat meskipun saya tidak terlalu paham dan tidak mau berburuk sangka, UANG SEKOLAH KITA cukup MAHAL!
Okelah saya ga mau menghujat, tapi saya belum bisa melihat moral yang bagus dari panutan bangsa ini,.. dan kepada siapa saya belajar meneladani???
