Saya ini benar-benar ingin seperti air yang mengalir, tetapi kalau bisa yang deras. Jangan air yang mengalir tapi biasa saja. Karena apa? Saya pikir saya ini tidak punya cita-cita. beruntung juga tidak punya cita-cita. Kenapa? Karena tidak terlalu mempertaruhkan segala sesuatu untuk mewujudkan cita-cita itu.
Orang yang tidak punya cita-cita lebih fleksibel. Bayangkan misalnya saya harus sampai di sana, dan itu harus tercapai. Lalu di depan sana tiba-tiba ada dinding. Kalau orang yang punya cita-cita keras, dia akan tabrak dinding itu. Iya kalau dindingnya kalah. Lha kalau dindingnya terlalu kuat? Mati saia.
Tapi kalau orang yang gak punya cita-cita, bilang wah di depan ada dinding. Ya belok aja. Misalnya di sana ada batu, ya belok aja. Jadi saya merasa tidak punya cita-cita itu ya bagus juga. Hahahaa…. Ini saya serius. Tidak mengada-ada.