Pengumpan:
Tulisan
Komentar
melayani sepenuh dompet

melayani sepenuh dompet

semakin tergerusnya moral kita tidak menjamin bahwa kualitas pendidikan di negeri ini adalah buruk, mengecewakan dan amburadul,… [meskipun ga sedikit yang menilai demikian.]

kemudian kita pada rame-rame mengusulkan sebuah ide cemerlang yaitu menambah jam pelajaran untuk mendidilk moral bangsa, ehm cukup beralasan dan cukup memenuhi persayaratan untuk melakukan itu. secara, kebeobrokan moral bangsa ini cukuplah untuk ambang batas kekawatiran,..

tapi nalar goblok saya cukup bertentangan. dengan alasan saya goblok maka mungkin anda-anda semua cukup maklumlah dengan pendapat saya ini;

  • bagaimana bisa seseorang yang dididik dengan sistem moral yang ‘mengkawatirkan’ bisa mengajarkan moral yang diperlukan bangsa ini?
  • cukup mengejutkan bahwa hasil didikan formal dinegara ini tidak cukup bukti untuk menjadikan alasan kuat bahwa hasil pendidikan formal kita punya cukup moral ; wanna example? liat di gedung belah ketupat disenayan! menjijikan.
  • Pendidikan Moral=Pendidikan Basa-Basi
  • Pendidikan Formal=Pendidikan Gengsi.

bagi Bapak ibu yang mungkin sedang ngajar,.. maaf saya cukup goblok dan terbelakang jadi tolong dimaklumi.

ini mungkin bisa jadi alasan saya untuk bercengkrama;
:: kita pastilah cukup sering melihat pada musim pemilu ata pilkada ketika para calon penguasa dengan begitu bangganya memberikan foto kutu kupretnya untuk dipajang (baca:dilacurkan) dijalan-jalan, tembok, pohon dan dimanapun kita bisa melihat (sampe muak). tak jarang juga kita lihat difoto-foto itu ada dukungan dari pemuka agama, atopun masyarakat yang tentunya dikenal, disegani maupun dituakan dikalangan masyarakat umum ga lain dan ga bukan agar kita yang bego ini mau memilih ne orang. saya cukup sukar untuk membedakan mana yang menjual diri dan terjual dirinya?

  1. faktanya adalah; cukup banyak yang kemudian muncul dipermukaan orang yang kita pilih dengan embel-embel gambar para tokoh tersebut dikemudian hari ternyata adalah orang yang korup, terkait skandal ato bahkan bikin video porno.
  2. pertanyaan saya adalah dimana tanggung jawab moralnya?
  3. ada sebuah demonstrasi yang dilakukan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa
  4. cukup mengejutkan ketika demo yang dilakukan adalah untuk kenaikan ‘tanda jasa’.
  5. saya tidak munafik uang adalah segalanya,.. tapi saya juga melihat meskipun saya tidak terlalu paham dan tidak mau berburuk sangka, UANG SEKOLAH KITA cukup MAHAL!

Okelah saya ga mau menghujat, tapi saya belum bisa melihat moral yang bagus dari panutan bangsa ini,.. dan kepada siapa saya belajar meneladani???

1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.

3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.

4. Bertekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.

5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

mungkin ini sindrom anggota DPR, dimana kursi adalah segala-galanya jangan ampe jatuh ke orang lain coz tu kursi mahal… hehehe

yups,… dari koran yang ada hari ini, ada kejadian lucu nan memalukan, lebih ke malu-maluin se sebenernya,. tentang seorang manusia ajaib bernama ROY SURYO?

ne bukan maslah video porno lagi bang,… begini ceritanya :

Cerita ini bermula anggota DPR Roy Suryo dan seorang penumpang lain berebut kursi pesawat Lion Air. Setelah terjadi kehebohan dengan pilot, serta diusir oleh penumpang seisi kabin, Roy akhirnya turun dari pesawat. Kejadian ini dilaporkan melalui Twitter oleh penumpang tersebut, Ernest Prakasa.
Pagi itu (26/3) Ernest naik ke pesawat Lion Air untuk penerbangan ke Jakarta-Jogja pukul 6.15. Sesampainya di kabin, Ernest mendapati kursinya sudah diduduki oleh Roy Suryo. Kursi rekannya juga sudah diambil oleh istri Roy. Pagi itu pesawat dalam kondisi penuh sehingga rombongan Ernest tidak dapat dialihkan ke kursi lain. Ternyata Roy salah naik pesawat. Tiket Roy Suryo untuk penerbangan pukul 7.45, bukan 6.15. Walaupun begitu, Roy keukuh tidak mau turun, bahkan membawa nama-nama direktur Lion Air, kata Ernest. Laporan dari penumpang lain bernama Jonny Herjawan, Roy juga mengatakan “Kamu tau siapa saya.” Belakangan Roy menyangkal kalau salah naik pesawat.
“Kapten Vino membanting kopernya dan berteriak ‘Pejabat memang anjing!‘”
Kejadian semacam ini sebetulnya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Pada Sabtu 4 September 2010, penumpang Garuda GA 222 harus bersabar 20 menit menunggu rombongan Ibas, putra kedua presiden SBY. Pesawat yang harusnya berangkat pukul 09.30 WIB baru bisa terbang pukul 09.50 WIB. Dalam kasus lain, pilot Garuda Rendy Sasmita Adjiwibawa mengaku ia pernah diperintahkan untuk mendarat lagi karena seorang menteri ketinggalan. Padahal saat itu pesawatnya sudah lepas landas dan mengudara.
“Telah disampaikan oleh pramugari, Bapak salah. Dan pas dilihat dokumen beliau boardingnya pukul 07.15 WIB dan penerbangannya pukul 07.45 WIB,” ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).
Menurut Edward, pramugari Lion Air juga tidak mengusir Roy. Pramugari menyatakan jika Roy tidak terbang di penerbangan pada pukul 06.15 WIB dari Jakarta ke Yogyakarta.
“Pramugari menyatakan jika bapak tidak terbang di sini, terbang diberikutnya yakni pukul 07.45 WIB,” terang Edward.
Edward juga menepis kabar jika pilot Lion Air itu bersitegang dengan Roy. Pilot hanya bertanya kepada pramugari kenapa pintu pesawat belum tertutup.
“Pilot nggak ada ribut dengan Pak Roy. Pilot dalam konteks tidak berhubungan dengan penumpang. Dia cuma tanya dengan pramugari. Jadi berangkat nggak? Wajar dia tanya,” beber dia.
Lebih jauh Edward menerangkan jika tidak ada kursi ganda penumpang dalam Lion Air. Apalagi data penumpang bisa dicek melalui komputer.
“Sekarang kalau dilihat dalam komputer pasti keblock,” tutur Edward.
Edward juga membantah jika pihaknya meminta maaf pada Roy Suryo. “Kami tidak pernah minta maaf kepada beliau,” kata Edward.
Sebelumnya, Roy Suryo kepada detikcom, menolak jika dikatakan tiketnya untuk pukul 07.45 WIB. Yang jelas, dia merasa sudah meminta maaf dan mengalah atas insiden tersebut.
“Memang ada double seat, saya justru yang mengalah. Awalnya saya mau naik Garuda, tapi nggak ada. Lalu diupayakan Lion Air pukul 06.15 WIB. Ternyata kursi yang sama. Itu Lionnya yang salah, bisa diconfirm ke sana,” jelas Roy saat dihubungi detikcom,  tadi pagi.
“Meskipun saya mengalah, saya berani berdiri dan minta maaf atas kesalahan itu. Kemudian saya meninggalkan pesawat karena penumpang sudah marah, tidak tahu siapa yang salah,” sambungnya.
Roy mengaku suasana pesawat sempat gaduh gara-gara insiden ini. Pihak Lion Air pun sudah meminta maaf dan langsung menerbangkan Roy dengan pesawat berikutnya ke Yogyakarta.
“Kalau mereka nggak salah nggak mungkin saya dicarikan pesawat yang paling cepat berikutnya. Buktinya sekarang saya sudah di Yogyakarta,” ucap Roy.
Dalam kejadian Ernest dan Roy Suryo, pilot Lion Air nampak lebih tegas daripada Garuda. Pilot telah dua kali menginstruksikan pramugari untuk segera menutup pintu kabin. Akan tetapi karena Ernest masih berdiri belum mendapatkan kursi maka pintu tidak dapat ditutup. Kemudian, pilot pesawat Kapten Vino keluar dari kokpit dan berteriak kepada pramugari, “Jam berapa ini! Kita sudah terlambat!”
Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 6.30, terlambat 15 menit dari yang dijadwalkan 6.15. Setelah pramugari menjelaskan situasinya, pilot kembali masuk ke kabin.
Dari ceritanya di Twitter, Ernest mengaku sempat berpikir untuk mengalah. Namun, ketika hendak meninggalkan pesawat, penumpang seisi kabin justru riuh membelanya. “Jangan mau mas! Jangan ngalah ama pejabat!” Seorang penumpang berteriak “Roy Suryo, turun! Jangan kayak Nurdin Halid gak mau turun!”
Beberapa saat kemudian, Ernest melihat pilot pesawat Kapten Vino keluar dari kokpit, membawa koper, dan membanting pintu. Di luar gerbang pesawat yang jaraknya sekitar 2 meter dari Roy, Ernest mendengar kalau Kapten Vino membanting kopernya dan berteriak “Pejabat memang anjing.!” Dari pramugari diketahui bahwa Kapten Vino tidak mau menerbangkan pesawat kalau rombongan Ernest sampai diturunkan dari kabin.
Akhirnya Roy Suryo bersedia turun setelah diyakinakan oleh petugas bandara. Roy menghadap ke seisi pesawat dan minta maaf. “Maaf sudah menganggu penerbangan Anda” kutip Ernest. Politisi Demokrat dan istrinya akhirnya turun sementara para penumpang menyoraki sambil tepuk tangan.
Roy Suryo menyangkal kalau dia salah naik pesawat. Melalui akun Twitternya, ia mengatakan bahwa tiket pesawatnya sudah dimajukan oleh Lion Air, tetapi terjadi miss sehingga terjadi double seat.
:: so intinya PEJABAT kita ne pada ga punya MALU,… ga punya ETIKA yang jelas meskipun udah study banding ke mana-mana soal etika, maslah ROY ini saya ykin ga cuman kali ini ja,… mbo ya mikir to, mikir! ::

just walk!Saya ini benar-benar ingin seperti air yang mengalir, tetapi kalau bisa yang deras. Jangan air yang mengalir tapi biasa saja. Karena apa? Saya pikir saya ini tidak punya cita-cita. beruntung juga tidak punya cita-cita. Kenapa? Karena tidak terlalu mempertaruhkan segala sesuatu untuk mewujudkan cita-cita itu.

Orang yang tidak punya cita-cita lebih fleksibel. Bayangkan misalnya saya harus sampai di sana, dan itu harus tercapai. Lalu di depan sana tiba-tiba ada dinding. Kalau orang yang punya cita-cita keras, dia akan tabrak dinding itu. Iya kalau dindingnya kalah. Lha kalau dindingnya terlalu kuat? Mati saia.

Tapi kalau orang yang gak punya cita-cita, bilang wah di depan ada dinding. Ya belok aja. Misalnya di sana ada batu, ya belok aja. Jadi saya merasa tidak punya cita-cita itu ya bagus juga. Hahahaa…. Ini saya serius. Tidak mengada-ada.

Untuk Indonesia Aku Bercerita

kalo ada yang belum baca part#1 nya silahkan klik ja disini ya… :)

Anjing gua beranak…

Pagi ini kaco lagi, n sekali lagi aku salah menafsirkan pagi karena ini sudah jam 08.53. weker yang ada disamping bantalku juga aku lihat masih seger ga kurang suatu apa tapi tetep aja sungkan bangunin aku meski udah aku setel buat teriak di telingaku pukul 06.30 ato mungkin gendang telingaku yang udah rusak? Aku harus ke doketr THT nanti siang, kalo tidak lupa.

Seperti hari-hari biasa jika ada kuliah pagi bagi orang normal, ato dini hari buat aku satu gayung air sudah teramat cukup buat cuci muka dan kumur. PDAM pasti bakal cepet bangkrut kalo seluruh mahasiswa di Indonesia kayak aku. Semoga cukup aku.

Hari ini ada kuliah pemrograman basis data, dosennya ga terlalu killer se tapi teramat sangat cukup untuk dinominasikan sebagai dosen paling pelit nilai di penghargaan kalpataru.

Orangnya disiplin banget kuliah pukul 07.00 subuh dia udah nongol dikampus. Selidik punya selidik ternyata rahasianya terletak pada tas yang selalu dibawanya. Tasnya begitu unik, ga terlalu besar se warnanya item, kata pak dosen itu tas kulit asli tapi gossip yang beredar tas itu terbuat dari kulit buaya yang mati jum’at kliwon, sebelum di jadikan tas harus dikeringkan selama 7 bulan 7 minggu, 7 hari, 7 jam, 7 menit dan 7 detik ga boleh kurang dan ga boleh lebih, baru setelah itu dijahit menjadi tas, penjahitannya pun ga boleh pake mesin, harus pake tangan! Dan jadilah tas itu sebuah produk yang langka dan maha sakti.

Begitulah rumor yang berkembang dikampus ini, rumor yang belum pernah terbukti secara ilmiah, klinis, maupun biologis. Tapi ga sedikit mahasiswa yang tau ketika dari tas itu tiba-tiba muncul payung ketika hujan turun, sepatu boat ketika banjir tiba hujan ma banjir selalu berhubungan intim di kampus ini, pernah juga ada yang melihat muncul dongkrak lipet buat ganti ban mobil F1 dari tas itu, baling-baling bamboo juga ada makanya dia ga bakalan telat sampe kampus, begitu katanya. Untung aja produsen Doraemon belum pernah ke kampus ini, seandainya saja dia lihat pasti kampus ini bakal kena tuntutan berlipat ganda buat penjiplakan kantong ajaib milik doraemon.

Yup, semoga hari ini produsen doraemon datang ke kampus ini dan menuntut  Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Sebagai penjiplak, n kuliah PBD ditiadakan untuk sementara.

Ternyata dugaanku meleset, produsen doraemon ga datang ke kampus, kuliah berjalan, dan aku telambat. Tuhan, untuk pertama kalinya aku memohon; selamatkan hambamu  ini.

Sorot mata Prof. Dr. Ir Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Tajam menusuk jantung hatiku, terlalu dramatis ya? Tapi memang begitulah keadaannya kacamata tebel yang ngalah-ngalahin mikroskoppun ga kuasa menahan sorot mata itu seakan dia sedang mengamati virus yang perlu pembesaran maksimal untuk bisa dilihat, lensa okuler diperbesar dan lensa objektif semakin dekat dengan objek, virus itu akhirnya bisa dijinakkan  setelah dia kepanasan oleh tatapan seluruh penghuni kelas yang merasa melihat seorang terpidana mati yang tidak diberi kesempatan hanya untuk sekedar menta permintaan terakhir, untuk tidak dihukum mati.

“apakah saya tidak salah lihat?”

sambil membenarkan letak kacamata mikroskopnya, melihat kearahku, objek bergerak lagi.

“sebuat entitas yang apabila dibiarkan maka akan mebuat system yang akan kita buat error, reputasi, citra diri kita ato perusaahaan kita anjlok dan kita menjadi seorang yang hina dina, nista?”

Aku masih dipintu, seperti orang tolol. Ketololanku sudah teramat cukup parah walaupun ga ditambahi kejadian ini. Aku kira Prof., Dr., Ir., Harmono Pambudya, S.Kom., MSc. Sedang memberi materi kuliah, tapi aku ga terlalu yakin karena semua orang sedang memandangku. Prof., Dr., Ir., Harmono Pambudya, S.Kom., MSc. Over confident dengan wajah pas-pasan, pas buat ditaboki, pas buat dihina dina dan pas buat sebuah contoh bahwa gw bukan orang terjelek didunia ya setidaknya no 2 lah setelah ato Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc mungkin lagi puber ke-2 tapi keliatannya ga de, aku terlalu pinter buat pelajaran reproduksi dan dilihat dari perawakan dan postrur serta wajah, Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc lebih meyakinkan kalo telah terjadi monopouse dini.

Satu hal yang mustahil di kelas Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Untuk pandangan bisa pindah kelain tempat selain lurus ke Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Sekali meleng, ada aja barang ajaib yang tiba-tiba nyamperin muka, njedot jidat, ato ngeraba-raba celana/rok mahasiswa/I, nyang terakhir ini keliatannya cuma terjadi ama aku aja ketika temenku punya kesempatan langka buat tidur dikelas n mimpi enak trus aku yang jadi objek buat melampiaskan mimpinya.

“ditengah perkembangan aITi yang terus melesat tiap detik berubah, masih saja ada orang yg menyia-nyiakan waktunya untuk sekedar datang kekampus dan berdiri tolol di depan pintu kelas saya ketika kuliah saya sudah usai? Bagaimana bangsa ini bakal berkembang jika penerus perjuangan bangsa ini seperti DIA”

telunjuknya mengarah tepat ke hidungku, suaranya mengeledek, mengalahkan suara bung tomo membakar semangat arek-arek suroboyo 10 November 1945. -backsoundnya pake lagu maju takgentar.mp3 -

Ternyata aku benar, Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Sedang tidak memberi kuliah tapi sedang mencaci-maki aku dipenghujung waktu kuliahnya. Pikiranku kadang telat, soalnya perangko di otakku terlalu mahal buat kilat ekspres, sms, email ga berlaku di duniaku.

“saudara yang ada didepan pintu, saya sebagai salah satu mantan pejuang angkatan 45 merasa sangat kecewa dengan saudara.”

Sambil membuang muka dengan ketus, tapi menurutku malah cenderung kemayu. Sisi lain Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc sedikit terbuka.

“kuliah hari ini selesai, tugas dikumpulkan senin depan, 5 menit sebelum kuliah di mulai.”

Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Penutup pertemuan kuliahnya dengan penuh wibawa. Setidaknya menutupi identitas lain dirinya yang hampir ketahuan dan aku masih tertegun didepan pintu, lebih tolol. Mungkin karena pengaruh alcohol semalem masih ada di peredaran darah menuju otak bebalku.

Dan twing…

Tiba-tiba muncul payung ukuran jumbo dari tas antik Prof. Dr. Ir. Harmono Pambudya S.Kom. MSc. Karena beberapa menit lalu hujan rintil-rintik turun disekitar kampus ini, mungkin ini efek dari dicucinya sepatu aku kemarin sama onta. Sedangkan Dibelakang kelas, sedang terjadi kegiatan illegal yang sudah menjadi wajib muakd buat kalangan kayak aku. TAROHAN.

“luk, ngikut ga?”

suara cemprang itu masih bisa dideteksi oleh telingaku, Jeki; Bandar maksiat di fakultas teknik ato tepatnya di kampus ini. Dari cuman sekedar taruhan tu cwek warna bra nya apa? Punya upil kgak dia? G-string ato berenda biasa ampe ada dosen mati ato kagak hari ini.

Bahkan denger-denger si jeki sempat berurusan sama polisi, bukan karena sabu-sabu, inex, ngganja, ato lagi sakaw kejang-kejang dipasar. Tapi dia ketangkep pas ada oprakan bencong bamboo runcing. Satu kondom durex sudah cukup untuk menggelandangnya menginap di prodeo. Semoga ga ketemu Prof. Dr. Ir. Harmoni P.udya S.Kom. MSc. amien,…..

“ngikut ape?.”

Tanyaku sambil ngedor-ngedor kepalaku berharap bisa berjalan normal tanpa harus menekan alt+cntrl+del.

“20rb-an ples kopi hangat dikantin mbok jum, nambah gorengan maksimal 3 tanpa makan siang, ga da rokok eceran, diluar menu ini berarti harus bayar sendiri. Gimana?.”

“buat?”

otakku heng lagi!

“taruhan monyong!.”

Kali ini Slamet unjuk bibir, manusia satu ini dikenal manusia paling maniak rokok di kampus, tapi anehnya; dia ga ngerokok. Lho kok??

Berasal dari sebuah gang kecil di sudut kota Surabaya, berbadan ceking kelihatanan banget kalo kekurangan gizi soalnya kalo kena radiasi nuklir 100% ga mungkin, nuklirnya terlalu males buat menyentuh tubuh pianonya.

Berkulit sawo matang tapi ga da manisnya sama sekali, rambut ½ keriting ½ rebonding pake setrikaan baju, bibir tebel n item banget jadi keliatannya ni anak doyan banget sama yang namanya rokok. Padahal tu bibir orisinil dari pabriknya ya emang kaya gitu.

“oh..”

pasti mulutku monyong banget. Bibir salemet pasti kalah de.

“taruhan apa? Si rini pake bra merah ato item? Romlah pake jilbab karne ga punya rambut ato ga punya kuping? Bayi yang diaborsi tina di dukun ato di tempat jagal sapi? Kemaren malem gua ngimpi nidurin tina ato rini?…”

“bukan….”

“… anjing gua yang beranak mirip jeki ato selamet? Ato dua-duanya? Abis kembar. …”

blep..lep, wuek…..wuek….

tiba-tiba aja sepasang kaos kaki ato lebih tepatnya kaos kaki jin iprit yang sangat alergi sama air, berbau sangat menyengat ngalah-ngalahin sampah karang gebang. mungkin malah udah melebur jadi satu di kaos kaki itu, setidaknya tidak terlalu membahayakan banyak nyawa karena ketinggian maupun polusinya tapi Cuma membahayakan satu nyawa, yaitu AKU.

“gimana rasanya? Critain dong!”

“an#@!$g lu”

kubuang jauh-jauh kaos kaki dari mulutku, setidaknya aku ga pengin mati sendirian karena racun yang terkandung di dalamnya. kampret! nuklir jepang ja kalah bahayanya dari tu kaos kaki.

“abis lu diajak serius malah konyol.”

Jeki angkat bicara.

“ga de jek, gua kagak punya duit, kostan udah ditagih terus, 5 bulan kagak bayar mana anjing gua beranak di dokter lagi pake operasi setan…”

“sesar!”

“ya, sersan…”

“sesar!.”

“ya.. ya itulah, gua ngurus surat keterangan ga mampu eh malah ditanyain KaTePe, anjing gua mana punya Katepe coba? Disuruh bikin surat keterangan keluarga gua bingung tu anak siapa bapaknya, mana anjing gua ga mo ngaku sapa yang pernag gaulin dia lagi, tapi kalo dilihat-lihat anaknya se mirip sama lo jek, lo mesti tanggung jawab!.”

“@n4!*g lo, gua ga sebejat itu buat ngehamili anjing lo diluar nikah, tolol! Masih banyak bencong yang nunggu gua.”

Keras dan lantang jeki teriak dikupingku, mencak-mencak juga dia ketika dituduh menghamili anjing diluar nikah.

Suara jeki yang keras menjadikan jeki pusat perhatian beberapa anak yang masih di dalam kelas para cewek langsung mengelus dada, menghela nafas panjang lega karena jeki bukan orang yang suka ma cewek, sebuah maha bencana dasyat bagi cewek yang ditaksir jeki, mungkin begitu pikir mereka. Beberapa cowok pun langsung ngacir keluar kelas sambil menutupi bokong mereka dengan benda tebel, tas, buku, bahkan beberapa membawa kursi mereka sampe luar karena ga bawa tas sama buku.

Tarohan di cancel…

Aku dan jeki keluar ruangan, anak-anak menyingkir seperti melihat napi psikopat sedang keluar dari sel tahanannya. Tatapan mata garing, sedih, kasihan dan beberapa tatapan mata yang ga mengenakkan tertuju pada kami. Beberapa mahasiswa juga masih menutupi auratnya dengan benda keras, bahkan ada yang pinjem perisai polisi segala.

Slamet dimana, dimanakah dikau?

dan Ternyata slamet sedang mencari kaos kakinya yang aku buang tadi, diubek setahun mungkin juga ga bakal ketemu karena tadi sempat ku dengar ada anak mahasiswa yang ngubungi gegana katanya

“lapor pak, a..a..ada be..b..om d..de..d..di kam..k..k..pus kampus ke..ke..”

“dik, lapor yang jelas dong! Mo neror ya? Laporan kamu belum selesai bomnya udah meledak duluan!.”

Suara HPnya di Loundspeaker, jadi kedengaran jelas..jelas banget.

“b..be..bomnya bu..bu..kan y..y..yang bi..bi..sa me..mee..lee..duk p.pe..pak, te..tee.tapi b..ooo…m ki..ki..mia, at..oo b..be..om biii..oo..lloo..gi, gii..tu. a..bis b..aunya nm..m..emyengat s…se…s..ampai r..r..a..dius 1 kii..l..o ge..g..ram eh kii..l.oo lii…ter eh kiii…lo… m…e..t..er. susah banget se ngomong kilo meter, tai!”

“woi, kamu jangan main2 ya. Itu kok ga gagap?”

Tut..tut… telp ditutup, beberapa menit kemudian sekelompok hansip datang lebih cepat 30 menit dari pasukan gegana, hansip jasamu tiada tara. minimal ga ada paket yang nyasar ke kampus kami…..

oke jek, bersambung lagi ya… otak saia henk ne… :)
:: sampai dengan dipost-nya tulisan ne,… kaos kaki slamet mash diamnakan di pos hansip terdekat ::

Luki ini Masih Loper Koran Seperti Bahari,...dalam sebulan, bisa terhitung saia terbangun sepagi ini…
termasuk pagi ini, bangun pun karena udara dingin yang teramat sangat, menyebabkan kambuh penyakit lama saia.. asma.

tapi berkah pagi ini adalah mungkin karena saia sangat kangen dengan rutinitas dahulu, bebrapa tahun lalu ketika saia masih ngeloper koran… sekarang? masih se, tapi nge agen aja.. hehe bangun pagi jadi agak terlantar kalo ga ada ribut-ribut oplah koran yang datang kurang.

dan,… bantuin menyisip koran lah saia pagi ini….

rasanya seneng banget, mungkin ini yang saia perlukan. sedikit perubahan dari ritme yang selama ini saya jalani.
dan bagi anda yang masih merasa bosan dengan ritme kehidupan anda yang itu2 saja, bisa jadi anda kembali ke kehidupan lama anda, ato mengulang sedikit kehidpn anda yang telah anda tinggalkan….

yah, minimal jika anda selalu berpikir untuk resign adalah dengan santai, hura-hura dsbnya… anda bisa nyoba kayak saia. minimal kan hemat ongkos. hehehe. met nyoba.

Untuk Indonesia Aku BerceritaMinggu Morning

Minggu pagi awal bulan, sinar matahari masih saja bisa menerobos disela-sela kertas Koran yang menutupi jendela kamarku. Mataku berat melihat jam dinding usang di atas daun pintu dari triplek usang kamarku. Pukul 10.30 sudah ga pagi lagi ternyata.

Beringsut aku mulai memaksakan diri meraih handuk kunyel yang emang udah beberapa bulan ga tersentuh sabun cuci. Beberapa menit dikamar mandi, pencucian muka, sedikit pasta gigi dan yup,kelar deh. Karena semakin lama dikamar mandi, itu berarti kita menempuh sebuah resiko tinggi untuk tidak sekedar mandi.

ya, sebelumnya aku kenalin diri dulu ya, nama yang tercantum diakte kelahiranku adalah Luki Dwi Janarko, sebenarnya kata bokap namaku tu pake C ma Y jadi Lucky, tapi dasar yang ngetik dikelurahan asli orang jawa tulen maka yang keluar adalah Luki, tanpa C dan Y. Anak ke dua dari empat bersuadara, keluargaku emang bukan penganut program KB yang baik karena kata nyokap kalo belum punya anak cewek belum afdol,  untungngnya adekku lahir cewek, tapi ya gitu de anak cewek satu belum cukup, mbrojol lagi atu tapi sayang, harapan nyokap buat punya anak cewek lagi ga kesampain karena nyang atu ne kelaminnya cwok, dasar orang tua.

Saat ini aku masih kuliah di sebuah perguruan tinggi negri baru yang belum terlalu dikenal oleh kalangan intelek di Negara ini, pernah suatu ketika aku ditanya seseorang tentang tempat kuliahku, ketika aku jawab, eh malah dikira tempat wisata, tapi meski gitu tetep deh aku harus bangga ma almamater dong!

Mengambil jurusan teknik informatika mungkin sebuah percobaan beresiko tinggi yang pernah aku coba, SPMB emang penuh dengan coba-coba kali ya, sebenarnya dulu aku pengen masuk kedokteran tapi beberapa orang meragukan intelegitasku karena pada pelajaran biologi aku Cuma mahir pada bab reproduksi manusia, lainnya tau deh gelap.

Jadi wajar de kalo banyak pihak yang melarang aku menuju kedokteran, takut kali kalo aku bukannya  menyelamatkan nyawa orang tapi malah mencabut nyawa banyak orang, larangan yang mulia. Pernah juga kepikiran buat kuliah mate-matika ato fisika untuk menyalurkan bakat seniku, menurutku mate-matika dan fisika tu unik, menarik dan penuh dengan seni gara-garanya dulu ketika SD, SMP, dan SMA guru-guruku pada pelajaran itu pasti memberi angka 2, 3, 4 dah pol yang kemudian aku kembangkan menjadi gambar angsa yang sedang renang dikali, ato menjadi kursi goyang buat aki-aki. daya imajinasi yang tinggi. Tapi akhirnya mate-matika sama fisika hilang didaftar pilihan otakku karena kata temanku, Negara ini udah terlalu buruk tanpa kehadiranku menjadi ahli dalam bidang yang tak semestinya dihuni orang yang terlalu mengandalkan kalkulator buat hitung-mengitung, itupun prosentase kebenarannya masih diragukan seperti aku. Kasihan Indonesia, begitu kata temanku.

Ya memang begitulah aku, pelajaran PPKn tentang tenggang rasa, menghargai pendapat orang lain, tepo sliro, tertanam erat dibenakku sehingga sedikit masukkan dari orang bisa mengubah pendirianku, begitulah pembelaanku terhadap sifat yang udah ada sejak jabang bayiku. Plin-plan. Tapi bener kok, dengan dengar pendapat juga dari temen, akhirnya aku mencoba untuk masuk dunia teknik, sebuah percobaan yang sangat beresiko tinggi bagi tingkatan IQ sepertiku.

Dan tanpa adagadabra maupun tatapan mata deddy cobuset, jebol juga percobaanku buat masuk dunia teknik, tuhan memang tega memberi cobaan seberat ini padaku.

Di pagi, eh, siang itu aku masih males buat beranjak dari kasur kamarku selain karena film conan udah abis dari tadi, sedikit penyesalan buat kartun satu ini. Emang se, usiaku bukan kanak-kanak lagi tapi ga da salahnya klo manusia udah punya jenggot, kumis dah kayak jendral botak punya sisi maskulin, nonton kartun.

“woi, bangun monyong!”

satu bantal penuh pulau mendarat tepat dimukaku, kalo saja ada penerbit atlas yang mampir kekostanku, trus ngeliat tuh bantal pasti bakal sangat tertarik buat dijadikan acuan anak-anak sekolahan mendalami geografi, abis dari pulau Kalimantan, Sulawesi, ampe pulau terkecil macam pulau seribu tumplek blek di tu bantal, bahkan sampe ada legendanya segala. Hebat!.

“tai lu! Muka gua baru difacial, goblok!”

kataku sambil membuang jauh-jauh bantal berpulau yang tadi dilempar kemukaku.

“kunyuk lu! Liat-liat dulu dong kalo ngelempar barang emang muka gua tempat sampah, ape?”

“sori bro, abis ane kira ente tadi masih molor.”

“kan masih mending ente ane lempar ama bantal, lha daripada ane smackdown? Bisa makin bertambah tuh kasusnya. Eh, facial nya pake ape? Amplas kain ukuran 8 ya?”

kata Asegaf Rahmatullah Bin Usman, manusia satu ini bertubuh lumayan gempal, sedikit kribo, agak imut [ireng mutlak maksudnya], dan  jika diruntut dari kakek buyutnya, ni anak katanya masih punya keturunan agak kearab-araban, mungkin aja buyutnya dulu dagang korma, ma air zam-zam. makanya dia lebih tenar dipanggil Onta. Kata anak-anak se  lebih mudah, simple, dan jelas. Orangnya simple, tapi gara-gara terlalu simple, si onta ini suka sempel1.

“tai lu!”

umpatku sambil menyeka beberapa kapas yang ikut nimbrung dibibirku, sisa-sisa bantal beratlas itu. Asin.

“eh, ga da barang baru ya?”

kata si Onta sambil ngidupin komputerku.

“yang anggota DPR dah dapet belom? Cepet cari napa biar uptodate bro!”

Blue film, ato istilah anak-anak BOKEP emang dah jadi makanan sehari-hari di kostan ini selain mie instant, pengembangan fantasi dan imajinasi, begitulah alasan yang dilontarkan anak-anak. Jadi ga heran jika sabun mandi sering abis dan tempat sampah penuh dengan bekas sachet shampoo. Pembuangan bibit-bibit im-poten-sial-an yang sia-sia.

Aku ga nggubris perkataan si onta yang udah buka folder favoritnya, kidmat  dan aku yakin dia udah ga bisa diganggu lagi.

“awas, kalo bikin kotor sprei gua.”

Kataku sambil nggeloyor pergi keruang tengah, si onta cuman tersenyum simpul sambil mengacungkan dua jarinya, peace.

Diruang tengah …

“gile nih, makin banyak aja bokep di Indonesia. Sebuah peluang usaha yang bagus.”

“bener-bener peluang usaha yang sangat bagus, mudah diproduksi, dikonsumsi segala kalangan, cari artisnya pun ga terlalu sulit dari anak sekolahan ampe bapak-bapak DPR ples ga da efek sampingnya selain hanya berdampak pada target penjualan sampo dan sabun mandi. Ini bener-bener peluang bro! menurut kamu gimana bro?”

Si anto nyerocos liat aku datang. Anto Dwi Hermawan, mahasiswa fakultas ekonomi angkatan 2000. prinsip ekonomi begitu erat tertanam dihati dan perasaannya; pelit dikit ga napa asal selamat.

Sempat bercita-cita menjadi pengusaha TKI karena kata dia bahan baku TKI di Indonesia ga bakal abis ampe 50 tahun mendatang, tapi niatannya urung gara-gara TKI illegal semakin susah, untungnya dikit, gitu katanya. Dan sekarang, mau jadi pengusaha bokep. Perubahan yang signifikan.

“bagus juga tuh tok, ide brilian.”

Ga tau kenapa hari ini aku menyetujui ide gila anto, perasaan hari ini aku belum minum obat apa-apa, jadi kemungkinan besar factor kesalahan obat adalah nol.

“lo produsen, sutradara, penata gerak+posisi, dan actor prianya biar gue jadi kameramen ples audisi buat pemeran ewek, si onta distributornya. Gimana??”

lancar, lugas, berwibawa pikiran aku hebat juga siang ini, tumben.

“enak di elu dong!”

“bukannya malah enakkan elu, bisa tenar, promosi diri gratis n siapa tau lo dilirik ama produsen pilem bokep dari brazil? Lo bisa mendunia jek! Agnes monica aja kalah sama lo!”

Anto terdiam…

mungkin dia lagi mikir tentang prospek, modal, dan keuntungannya buat dia karena aku ngerasa ga bakal ada ruginya, apalagi pas aku sebutin dia bisa ngalahin agnes monica. istilah anto: ga ada efek samping buat dia.

“gimana tok?”

“gue pikir-pikir dulu dah!”

kata anto berjalan menuju kamarnya, tangan anto tepat di dahi, dahi berkerut berpikir keras. Mungkin anto bakal segera nyiapin proposal buat pengajuan dana pembuat film bokep yang akan diproduksi masal ke bank. Dan aku, jadi kameramen.

Beberapa jam di ruang tengah menonton TV tidak banyak menambah pengetahuanku, film kartun udah hilang berganti berita soal penggusuran satpol pp, pemerkosaan, pembunuhan, dan aku juga baru sadar bahwa aku hidup di Negara yang menakutkan.

Kumatikan tv, berjalan santai aku ke depan kostan. Setidaknya aku juga pengen menghirup udara segar meski disiang hari. Dan siapa tau bias ngecengin anak pak RT yang biasanya njemur pakaian dalam kalo pas hari minggu, tapi mungkin aku udah terlalu siang buat menyaksikan pandangan penuh rahmah itu, karena kulihat jemuran ditempat pak RT udah penuh, menu jemuran untuk minggu ini adalah daster, kaos kaki dan beberapa pakaian dalam warna-warni, separonya pake renda. Satu rezeki hilang disiang hari ini.

BT juga kalo kelamaan terkurung di sebuah rumah dengan penghuni yang hanya berfikir cabul, meskipun itu termasuk aku. Maafkan kami Indonesia. Hik.

Setelah beberapa menit diluar, rasa lapar menyerang lambung ku tusukan kanan kiri tendang depan dan Gooolllll!!!, ayam jago udah ga bekokok di perutku karena mungkin udah diperas ama getah lambungku yang udah ga sabar nunggu makanan dari kerongkongan, jadi bunyi kukuruyuk di perutku berubah jadi sempritan ama bola, terbukti asam lambungku bisa akur sama kedua benda ini. ada beberapa aturan pokok yang sudah disepakati oleh FAKI [Federasi Anak Kost Indonesia] tentang makan-memakan :

  1. Makan pagi disiangkan
  2. Makan siang dimalamkam, dan
  3. Makan malam ditiadakan.

Gontai aku berjalan masuk, tangal tua ato tanggal muda emang ga begitu ngaruh terhadap mahasiswa kayak aku, menu utama n favorit adalah: mie instant.

Mie instant dan mahasiswa tidak bisa dipisahkan satu sama lain, mahasiswa tanpa mie istan bukanlah mahasiswa seutuhnya. bahkan terdengar kabar bahwa FAKI akan mengadakan razzia terhadap mahasiswa-mahasiswa yang dikostannya tidak ada mie instant akan dikeluarkan dari status mahasiswa, hebatkan pengaruh mie instant?? he..he.. jadi, kalo BPS atau BKKBN mo ngadain survey tentang tingkatan gizi mahasiswa Indonesia, dijamin mereka bakal sadar kenapa tingkat pengangguran setelah lulus perguruan tinggi selalu tinggi. Dinas kesehatanpun pasti bakal tambah puyeng jarena kekurangan gizi ga hanya terkadi pada daerah terpencil ato belum ada listrik ma telpon aja. Di kota pun banyak.

Ngejebak ONTA

Dor..dor..dor..

anda sudah dikepung, segera keluar dengan tangan diatas kepala! Cepat! Kami tidak ingin terjadi pertumpahan darah. -jreng jreng-

“onta sialan, awas kalo seprei gua kotor. Lu musti nyuciin kolor, kemeja, ma celana dalem gua! Satu bekas, lu mampus!.”

aku teriak2 di depan pintu kamarku yang udah terkunci dari dalam, ada si onta didalam bersam sebuah computer suci ga berdosa yang hardisknya udah disalah gunakan untuk gudang penyimpanan berbagai film senggama dari berbagai Negara, memorynya diperas untuk lebih cepat bekerja diantara film2 250an Kb yang berjumlah lebih dari 200an, monitor diperjelas dengan kualitas maksimum, lampu remang, kasur empuk, bantal dan guling tersedia. sungguh biadab!

“onta, hitungan 3 lo ga buka ni pintu, Gw dobrak.”

“1…..”

masih terdengar suara gesekan

“2…..”

lengkuhan panjang….

“ti…..”

suara orang yang terburu-buru, seperti maling yang ketahuan sama hansip, beberapa barang terjatuh dari tempatnya, pikiranku makin kalut…, oh sepreiku! Padahal baru 1,5 bulan kemarin kau ku cuci, pake pewangi lagi!

“..gg….”

nDdBbrakkkk…..

pintu kamar terbuka dari dalam dengan sangat tergesa, si onta nongol dengan berkeringat, nafas tersengal-sengal, wajah kusut, celana kusut dan sedikit noktah!.

“tai lu, habis ngapain lu dikamar gua? Pake dikunci dari dalem lagi”

“tidur…”

Sungguh jawaban yang ga logis, karena jika si onta bener-bener tidur :

  1. seharusnya si onta ga berkeringat, karena kipas angin di kamar gw ukurannya super jumbo yang membuat kamarku selalu sejuk dan nyaman, satu alasan ditolak.
  2. nafas yang tersengal-sengal, kamar gw ga terlalu besar buat lari dari tempat tidur ke pintu yang harus membutuhkan kemampuan atlit marathon buat menggapai pintu dari tempat tidur. Alasan kedua REJECTED!
  3. celana kusut, kenapa kok Cuma celana doang yang kusut? Baju ga, kaos kaki juga? Dan si onta ga bisa menjelaskan…
  4. sedikit noktah, yang aku tau NOKTAH MERAH PERKAWINAN, itu judul sinetron kegemaran nyokap gua 6 tahun lalu bintangnya ayu azhari yang masih montok banget waktu itu, tapi kenapa harus ada skuel 2 NOKTAH DI CELANA ONTA? Aku ga terima ayu azhari harus berperan dengan si onta.
  5. wajah kusut, setelah kuamat-amati wajah kusut ini memang trade mark milik onta, jadi kemungkinan besar bukan efek dari kegiatan dia dikamarku tadi.aku sedikit maklum dan kasiah. Kasian keturunannya nanti.

Jadi sudah jelas bahwa si onta bersalah, setelah beberapa bukti seperti ; monitor yang masih menyala, dan … sprei gw! tidak,… seprei gw…. oh god, no….

Para dai memang benar, dan baru detik ini aku menyadari makna dari ; SETIAP KEJADIAN PASTI ADA HIKMAH YANG TERPENDAM. Dan…

4 celana jeans, 3 kemeja warna motif kotak, 1 kemeja putih, 10 kaos, 3 singlet, 5 celana dalam, 1 sprei, keluar juga dari kamarku menuju jemuran nan anggun di belakang kostan, ga ketinggalan sepatu keramat dan kaos kakinya yang udah setengah tahun ga kecuci, abis menurut mitos kuno jika sepatu itu kena air maka hujan bakal turun mebasahi dunia fana ini.

Tapi, masa bodo mumpung si onta kena hukuman dari gua buat nyuciin barang-barang keramat dari kamar gw. Sebelumnya si onta udah aku kasih tau kalo dia kudu beli kembang tuju rupa, kopi pahit, sama rokok 2 bungkus, rokoknya dua-duanya buat aku, kopinya juga. sebelum nyuciin barang-barangkum, sebuah konsekuensi yang ga seimbang dari kenikmatan yang hanya sesaat. 1 pekerjaaan udah selesai, penghematan telah dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah,  cucian abis, ga usah laundry, n rokok ngebul  tanpa harus bersudah payah. Hari ini aku bener-bener pinter, hebat!

(bersambung, y jek….) ke sini neh. klik aja

kasihan tangan andabagi anda yang mungkin sangat mencintai karya seni gerak dan bahasa tubuh yang terekam dengan baik maupun agak pudar sedikit jorok tapi mengasikkan dan cukup banyak beredar saat ini dengan Ariel ma Luna Maya plus Cut Tari sebagai bintang ikalnnya, mungkin mulai sekarang anda harus mulai belajar mengontrol niat untuk mem-bluetooth, nge save di hardisk komputer anda, ato nge download film2 bokep yang mulai seperti permen dibandingkan hal porno yang melanggar hukum

sedikit alasan yang akan anda temui di tulisan ini untuk anda berhenti atau yah, minimal mengurangi lah untuk nonton B.O.K.E.p

Inilah 5 alasan kenapa Anda harus berhenti nonton bokep.

1. Gak jelas yg mana jagoan dan penjahatnya

2. Terlalu berbahaya !!
Semua ADEGAN di lakukan tanpa pemeran pengganti

3. Tidak masuk akal !!
yang cewek sakti bgt ! sudah di keroyok,ditusuk puluhan kali.
dari depan & belakang, dari atas & bawah.
tapi gak mati mati..
yang kalah malah cowoknya.udah *nembak* malah lemes,
gak bisa bangun lagi !!

4. Dialognya terlalu religius !!
ini bukan film rohani!!
gak cowoknya gak ceweknya,,selalu teriak,,
Oh My God .. Oh My God !!

5. Sering pula pemainnya melakukan dialog yang plin-plan..
Ohh Yeeessss….
Ohh Noo,,,

Jadi, cukup beralasan kan untuk anda?

luki goblokSebenernya guru saia ga pernah ngajarin saia yang kayak gini, selain teori-teori yang cukup membosankan dan doktrin-doktrin yang bisa-bisa mengantarkan saia menjadi terrorist tanpa sadar. Setiap nilai yang dihasilkan dari nyontek pun terasa mambanggakan karena memang itulah yang diharapkan oleh guru-guru saia, nilai bagus, ga ada yang merah, meskipun merah terpaksa pun dibiru-birukan asal orang tua saia ga mencak-mencak disekolahan. Tapi mungkin tulisan ini bisa jadi cukup menrik perhatian saia, bukan karena saia merasa kecewa karena guru-guru saia itu ga pernah ngajarin saia yang kayak gini, tapi saia berharap ada yang tergerak dengan tulisan yang saia temukan nyelip di recycle bin computer saia ini dan bisa memberikan damai bagi negeri ini :

Suatu hari seorang guru yang tidak pernah merasa bijak bertanya pada murid-muridnya; ”Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabarannya, karena itu ia lalu berteriak.”

“Tapi,…” sang guru balik bertanya “Lawan bicaranya justru berada disampingnya, Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alas an yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan dan dengan sabar sang guru menjawab “ ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.”

Sang guru masih melanjutkan “ Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.

Mengapa demikian?” sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Tak satupun menjawab “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Dan sang guru masih melanjutkan “ ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak diantara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana, karena waktu akan membantu anda. “

belajar,…

belajar, hari ini saia akan belajar lagi untuk nulis, sedikit mencurahakm apa yang saia lakuin hari-hari ini atao sekedar berjoget jari jemari diatas keyboard,…

 

semangat,…

saia kangen dengan blog saia ini,..

ngiri dengan blog-blog temen saia yang udah banyak isinya,..

luki,.. the loper koran pengen kembali…

semangat ya,,….

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.